INSINYUR BERGELAR S. Pd.

Dalam situs wikipedia, insinyur diartikan sebagai orang yang bekerja dalam bidang teknik, dengan kata lain orang-orang yang menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menyelesaikan masalah praktis menggunakan teknologi. Seorang insinyur dapat menghasilkan sebuah gedung pencakar langit yang sangat tinggi, sebuah bendungan juga dapat dibuatnya, rumah, jembatan, jalan layang, serta bangunan-bangunan lain.

Seorang insinyur dituntut untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang terkadang terlihat mustahil untuk dibayangkan, entah karena ukuran bangunan yang akan dibuat, desainnya, atau mungkin dikarenakan tempat yang akan dugunakan untuk sebuah bangunan.

Lalu apanya yang sama antara seorang insinyur dengan seorang guru? Seorang guru dan seorang insinyur itu sama kaitannya dengan pembangunan. Jika kita melihat seorang insinyur, maka sebuah bangunanlah hasilnya, sedangkan seorang guru maka karakter atau sikaplah hasilnya. Karakter atau sikap yang dibentuk melalui tahapan yang tidak sebentar yang membutuhkan perhitungan lebih rumit mengingat tidak ada parameter angka pasti sebagaimana seorang insinyur yang sudah membawa hasil-hasil angka sehingga kemudian dapat menghasilkan sebuah bangunan yang kuat dan megah.

Seorang guru dalam membangun sebuah karakter atau sikap jelas tidak bisa dikatakan mudah. Hal ini dikarenakan dalam membangun sebuah karya, seorang guru tidak hanya dituntut untuk membentuk sebuah karakter atau mungkin merubah sikap untuk sebuah bangunan (murid), melainkan langsung dihadapkan untuk membentuk karakter sejumlah murid dalam kelas yang diampunya serta dengan tenggang waktu yang sama pula untuk selesainya.

Tidak jarang ada orang tua yang datang ke sekolah untuk titip anaknya dengan harapan yang besar supaya anaknya menjadi anak yang hebat dan dapat dibanggakan orang tuanya. Ya….. kita sebagai guru diminta untuk membangun sebuah karakter maupun sikap yang nantinya bangunan (murid) itu pada akhirnya akan diserahkan kepada orang tuanya.

Jika seorang insinyur bekerja merancang dan menghitung sedetail mungkin supaya bangunan yang dibangun tidak runtuh dan dapat berdiri kokoh, kemudian setelah selesai maka dia meminta kepada pekerja (tukang) untuk membuat sebagaimana rancangan yang sudah dibuat.

Bayangkan jika seorang guru juga bekerja seperti seorang insinyur. Kita mendesain karakter dan perubahan perilaku yang baik, kemudian desain atau rancangan itu kita serahkan kepada pekerja untuk ditidak lanjuti. Coba tebak apakah dapat berhasil sesuai dengan rancangan atau desainnya? Jelas tidak akan pernah berhasil. Sebagai guru, kitalah yang mendesain dan sekaligus kita jugalah yang mengeksekusi rancangan kita terhadap murid kita.

Seorang guru bertanggungjawab mutlak akan desain yang dibuat serta pelaksanaan dari desainnya. Sangatlah mustahil seorang guru hanya bekerja layaknya mandor yang bekerja dengan cukup mengawasi pekerja.

Nah….sekarang kita baru sadar ya, ternyata tugas guru lebih sulit dibandingkan seorang insinyur. Meskipun pada priinsip kerjanya, seorang guru dengan seorang insinyur tidak jauh berbeda. Ya….insinyur membangun, gurupun juga membangun.[al]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.