JADILAH INSPIRASI BAGI MURIDMU

Apakah anda mengenal Mario Teguh yang terkenal dengan acara Golden Ways-nya disebuah stasiun televisi swasta? Mario Teguh adalah salah seorang motivator nasional yang mampu memberikan motivasi-motivasi kepada penontonnya. Dengan intonasi suara yang tegas dan keras, setiap ucapan yang terlontar darinya dalam acara tersebut selalu bernilai positif dan SUPER. Setiap permasalahan yang disampaikan selalu dapat diatasi dengan memberikan solusi yang SUPER.

Seorang motivator akan selalu berusaha memotivasi siapapun yang di hadapinya dalam kondisi dan keadaan apapun. Seorang motivator tidak akan pernah menggunakan kalimat atau kata-kata negatif dalam memberi sugesti kepada orang yang dihadapinya.

Lalu pernahkah anda melihat acara “Tendangan Andy” (Kick Andy) di televisi? Acara yang dikemas secara sederhana namun selalu menampilkan tokoh-tokoh inspiratif, kreatif, dan inovatif. Dari setiap tokoh yang ditampilkanpun selalu mampu menginspirasi setiap penonton yang melihatnya.

Ada seorang guru yang bagi saya sangat menginspirasi ketika saya study S2 di UNS. Beliau adalah Prof. Dr. Sri Anitah, M. Pd. Yang kebetulan saya juga diajar langsung olehnya. Diawal perkuliahan beliau bercerita di depan kelas bahwa beliau ketika mengikuti study S3 telah berusia 60 tahunan dan harus bolak balik Solo – Malang belum lagi ternyata yang ambil prodi yang sama dengan beliau hanya tiga orang. Ya beliau satu angkatan S3 hanya bertiga, jadi kalau dua orang temannya tidak masuk beliau seolah prifat S3 dan ternyata semua itu tidak menyurutkan dirinya untuk terus menuntut ilmu.

Seorang guru bagaimanapun juga harus mampu menginspirasi bagi setiap muridnya. Membangkitkan semangat yang berlipat bagi setiap murid yang diajar agar mampu dan mau belajar lebih keras dan lebih baik lagi. Menginspirasi murid-murid tidak perlu menceritakan keberhasilan diri sendiri ketika kuliah atau saat sedang sekolah dulu. Menceritakan tentang keberhasilan diri sebenarnya tidak masalah, hanya saja anda jangan sampai terlalu sering mengangkat diri sendiri karena “kenarsisan” tidak dibutuhkan dan satu hal bahwa jika anda terlalu sering mengangkat cerita tentang keberhasilan diri, maka bukan tidak mungkin malah anda dianggap mengada-ada. Akan lebih bijaksana jika anda mengambil contoh dari orang lain yang dianggap berhasil dan mampu menginspirasi orang lain, tapi jangan saya ya untuk dijadikan contoh hehehehe…..

Diawal ketika masuk tahun ajaran baru, saya selalu memberi motivasi murid-murid tentang sebuah ungkapan dari Bung Karno yang mampu membakar semangat generasi pemuda, “Bermimpilah Setinggi Langit, Jika Engkau Jatuh, Engkau Akan Jatuh Diantara Bintang-Bintang”. Bermimpi itu tidak bayar, dengan kata lain bermimpi itu adalah GRATIS, makanya jangan tanggung kalau mau bermimpi karena jika bermimpi setinggi langit ketujuhpun anda tidak dimintai bayaran akan mimpi anda. Itulah yang selalu saya sampaikan kepada murid-murid.

Pernah saya bertanya kepada murid-murid ketika sedang mengajar di kelas. Apa cita-cita kalian? Ada yang menjawab “Saya pengen jadi penjahit”, ketika saya tanya kenapa ingin jadi penjahit dia menjawab karena ibunya adalah seorang penjahit dan jahitannya rame jadi banyak uang. Lalu ada lagi yang menjawab “Saya pengen jadi supir”, saya juga tanyakan kenapa pengen jadi supir lalu dia menjawab karena kalau jadi supir pasti bawa bis. Adakah yang salah dengan cita-cita mereka itu? Bagi saya apa yang mereka cita-citakan tidaklah salah karena mereka memandang dari hal-hal yang selalu ada disekitar mereka, akan tetapi tugas kitalah sebagai guru untuk mengarahkan cita-cita tersebut agar dapat semakin besar dan hebat, maaf….kalau ingin jadi penjahit pakaian, maka kita bisa menyemangati mereka supaya tidak sekedar menjadi penjahit biasa melainkan mampu menjadi penjahit yang mampu membuat desai pakaian yang bagus yang kemudian bisa membuat toko pakaian hasil buatannya atau kalau perlu buka boutiq khusus. Kebetulan saya beri mereka contoh toko pakaian muslim Bilqis yang ada di kota Solo (maaf nggak iklan loh….)

Murid saya yang pengen jadi supir juga saya semangati bahwa menjadi supir itu adalah pekerjaan yang hebat! Karena tidak semua orang bisa mngendarai Bis. Saya beri gambaran juga bahwa menjadi supir itu tidak hanya mengendarai Bis, akan tetapi sama-sama menjadi supir kenapa tidak sekalian menjadi supir pesawat? Bukankah pilot juga seorang supir juga? Justru lebih bagus, keren, dan mentereng bisa terbang kemana-mana gratis lagi….tuh….

Seorang guru hendaknya jangan menutup atau menggagalkan cita-cita setiap murid. Masak sih baru punya keinginan pengen jadi pemain sepak bola profesional yang bisa main di Barcelona atau Manchester United saja sudah dibilang “Kalau ngimpi jangan ketinggian”. Siapa yang menyangka “bocah ingusan” dari Wonogiri mampu menjadi Presiden di Republik Indonesia selama 32 Tahun? Siapa yang menyangka anak kampung dari Pacitan dapat pula menjadi presiden RI didua periode? atau siapa yang menyangka anak kampung dari Sulawesi mampu menjadi seorang Profesor yang sangat dihargai dan dihormati di dunia tentang penemuannya di dunia pesawat terbang? Dan siapa tahu juga salah satu murid kita atau bahkan semua murid kita kelak menjadi apa yang mereka cita-citakan sekarang. Bukankah kita sebagai guru tinggal berkata “Wah dia dulu murid saya waktu sekolah”.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita lebih sering memberikan inspirasi yang mampu memotivasi murid-murid untuk mengejar semua cita-citanya atau malahan lebih sering menggagalkan sejak dini cita-cita mereka?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.