Catatan Ringan

Menjadi Pendidik Yang Rendah Hati

Salah satu hal yang disukai dari penampilan dan sikap seseorang adalah sikap rendah hati (tawadhu). Sikap rendah hati ialah sikap tidak mengagungkan diri meskipun sebetulnya ia patut diagungkan. Sikap ini sangat menyenangkan orang lain. Sikap rendah hati akan dapat menarik simpati orang lain dan mengundang penghargaan serta penghormatan dari semua orang.

Orang dengan sikap rendah hati akan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berkomunikasi secara bebas dan terbuka. Dengan sikap rendah hati (tawadhu), secara tidak langsung guru memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan gagasan, kreativitas, dan kemampuannya. Bahkan lebih jauh lagi, akan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bersikap berani mengemukakan perasaan, gagasan, dan pikiran.

Di tangan guru yang rendah hati (tawadhu), siswa dapat berkembang menjadi lebih maju.

Guru profesional harus memiliki sifat dan sikap rendah hati karena guru bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan anak. Guru yang bersikap rendah hati (tawadhu) adalah guru yang tidak sombong dan tidak membangga-banggakan dirinya, serta mengakui dan menghargai eksistensi orang lain, termasuk terhadap peserta didiknya. Sikap guru yang demikian sangat berpengaruh terhadap peserta didik yang ingin mengaktualisasikan diri untuk menemukan jati dirinya. Sebab, segala pengaruh, terutama dari guru yang menjadi tokoh acuannya, bisa diterima dan diolahnya secara pribadi sesuai dengan individualitasnya masing-masing. Kemudian, hal ini menjadi bagian dari dirinya sendiri.

SeorangSebagai seorang guru yang senantiasa menampilkan sosok yang rendah hati, maka tidak akan dipandang rendah derajatnya oleh para muridnya. Kerendahan hati yang ditampilkan seorang guru justru membuatnya ditinggikan derajatnya oleh siswa. Mereka menjadi segan dan menaruh rasa hormat kepada sang guru. Tidak hanya itu, siswa akan selalu merindukan kedatangan sang guru di dalam kelas. Dengan sifat tawadhu yang dimiliki oleh guru, akan memberi dampak positif bagi sang guru maupun murid. Ia dapat menghancurkan batas yang menghalangi antara keduanya.

Guru adalah orang yang berilmu dan sebaik-baiknya orang yang berilmu adalah mereka yang tawadhu. Ada sebuah pepatah yang berbunyi: “Ilmu adalah musuh bagi manusia yang sombong. Seperti banjir musuh bagi tempat yang tinggi.” Sebaliknya, sifat sombong seorang guru akan mengakibatkan murid menjauhi guru mereka. Mereka juga akan menolak ilmu yang diberikan. Padahal, murid akan mampu menyerap ilmu dengan baik saat murid dekat dengan pengajarnya.

Meniru falsafah hidup dari padi, semakin berisi maka akan semakin merunduk.

59 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.