Catatan Ringan

Cara Berkomunikasi yang Efektif dengan Siswa, Guru Wajib Coba!

Cara berkomunikasi yang baik kepada siswa perlu guru ketahui agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar.

Dalam pembelajaran, akan ada proses penyampaian materi dan informasi dari guru kepada siswa dan siswa kepada guru.

Sehingga diperlukan tata cara untuk berkomunikasi yang baik. Agar proses penyampaian materi dan informasi dapat diterima seutuhnya.

Komunikasi merupakan salah bentuk interaksi antara guru dan siswa di sekolah. Komunikasi menjadi salah satu poin penting dalam penyampaian pesan baik itu pesan pembelajaran maupun pesan moral yang ingin guru ajarkan pada siswa. 

Supaya terjalin komunikasi yang baik antara guru dan siswa yang diajar, maka perlu adanya strategi-strategi tertentu dalam berkomunikasi sehingga komunikasi akan berjalan dengan efektif.

Karena komunikasi guru dan siswa sering terabaikan sebagai hal yang penting. Maka dalam pembelajaran sering juga tidak berjalan dengan maksimal.

Lagipula, kurikulum memang tidak secara spesifik menyebutkan tentang komunikasi antara guru dan siswa dalam pembelajaran. 

Padahal komunikasi yang baik antara guru dan siswa turut mempengaruhi kesuksesan proses pembelajaran.

Di samping itu, guru dalam perannya sebagai teladan juga berperan untuk mengajarkan kemampuan komunikasi kepada peserta didik. 

Faktor Penting Berkomunikasi yang Baik
Respect

Respect atau penghargaan adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang disampaikan, dalam hal ini adalah siswa.

Jika guru harus mengkritik atau menegur siswa, lakukan dengan cara yang tepat sehingga tidak melukai harga diri dan kebanggaan siswa. 

Seorang pendidik atau guru harus dapat menghargai setiap siswa yang dididiknya. Saling menghormati dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam  berkomunikasi dengan orang lain. 

Empathy 

Empati adalah kemampuan menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi orang lain. Komunikasi di dunia pendidikan juga harus menempatkan empati sebagai pedoman sehingga komunikasi berjalan dengan baik. 

Komunikasi di sekolah maupun di luar sekolah dengan siswa. Guru perlu saling memahami dan mengerti keberadaan, perilaku, dan keinginan dari siswa. Empati dapat menumbuhkan rasa hormat dan menghargai satu sama lain. 

Sikap saling menghormati dan menghargai antara guru dan siswa akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun sebuah suasana kondusif di dalam proses belajar-mengajar. 

Komunikasi yang baik dan memperhatikan empati akan membuat pesan yang ingin guru sampaikan pada siswa dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologi atau penolakan dari siswa.

Audible

Komunikasi dalam pembelajaran harus  “dapat didengarkan” atau dapat dimengerti dengan baik oleh guru maupun siswa. 

Sebuah pesan akan tersampaikan dengan baik jika disampaikan dengan cara atau sikap yang bisa diterima oleh si penerima pesan.  

Raut muka yang ramah, bahasa tubuh yang baik, kata-kata yang sopan, atau cara menunjuk termasuk ke dalam komunikasi audible.

Clarity

Komunikasi, baik itu komunikasi sehari-hari maupun komunikasi pendidikan, harus disampaikan dengan jelas. Jangan sampai pesan itu menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. 

Clarity dalam komunikasi dapat pula dimaksudkan sebagai keterbukaan dan transparansi. Sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan) dapat menumbuhkan rasa percaya (trust). 

Jika siswa merasa percaya dan juga merasakan mendapat banyak ilmu dari gurunya, maka siswa akan lebih terpacu dan termotivasi untuk belajar.

Humble

Sikap rendah hati adalah sebuah sikap menghargai orang lain, mau mendengar, menerima kritik, tidak sombong, dan tidak memandang rendah orang lain.

Komunikasi akan berjalan efektif jika setiap pelaku komunikasi menerapkan sikap rendah hati (humble). 

Sikap ini dapat ditunjukkan dengan mimik muka, sorot mata, dan tulus mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang lain.

Tips dan Trik Berkomunikasi yang Baik di Kelas
Mengenal Siswa 

Setiap peserta didik memiliki karakter pribadinya sendiri-sendiri. Ada siswa yang mudah mengutarakan gagasan dan pendapatnya, ada pula siswa yang lebih suka menyimpan sendiri pemikirannya. 

Lantaran perbedaan tersebut, salah satu cara berkomunikasi dengan siswa adalah dengan mengingat nama dan mengenal peserta didik satu per satu.

Bila seorang guru mengajar banyak siswa, cara ini memang tak mudah dan butuh waktu.

Namun teknik komunikasi ke siswa yang sebenarnya cukup sederhana ini dapat membuat peserta didik lebih bersemangat untuk terlibat aktif dalam pembelajaran di kelas. 

Partisipasi aktif siswa pada gilirannya akan berdampak positif terhadap prestasi belajarnya.

Mudah Didekati 

Dalam hal tertentu, guru dapat mengambil peran orang tua di sekolah. Ada kalanya guru harus membimbing dan mengarahkan, di lain waktu siswa membutuhkan tempat curhat yang solutif. 

Guru yang pernah atau sedang menjadi Wali Kelas tentu mengalaminya. Guru yang cakap menerapkan cara-cara berkomunikasi yang baik biasanya lebih mudah didekati oleh siswa untuk sekadar menyapa, bercakap-cakap, hingga berkonsultasi.

Seperti apa cara berkomunikasi dengan siswa yang baik itu? Guru yang mudah didekati oleh siswa pada umumnya mudah berempati, mampu menghargai setiap gagasan dan buah pemikiran peserta didik baik di dalam maupun di luar kelas.

Pesan Nonverbal 

Peserta didik sebenarnya menangkap pesan-pesan nonverbal yang disampaikan oleh guru, baik yang disengaja maupun tidak. Misalnya, guru yang masuk kelas dengan wajah masam dapat seketika mengubah suasana kelas menjadi tegang. 

Bukan hanya tindakan seperti ini tidak mengajarkan kemampuan komunikasi kepada peserta didik, tetapi juga dapat menghambat pembelajaran.

Secara umum siswa lebih bersungguh-sungguh belajar ketika guru yang berada di depan kelas memposisikan diri menghadap dan memandang kelas secara penuh. Gestur berperan cukup penting. 

Cara menerapkan komunikasi efektif dalam pembelajaran yang cukup mudah antara lain adalah dengan menunjukkan raut muka yang tidak cemberut, jangan ragu acungkan jempol di saat yang tepat, ataupun berjalan berkeliling kelas selama jam pelajaran.

Mendengarkan Secara Aktif 

Sebagaimana siswa menangkap cara guru membawa diri dan menyampaikan pesan nonverbalnya, hal yang sama juga berlaku bagi guru. 

Siswa yang tampak duduk bersandar dan menatap kosong atau bermalas-malas menelungkupkan badan ke meja juga sedang menyampaikan pesan non verbalnya. 

Menyimak apa yang sedang disampaikannya, meskipun dengan tanpa disengaja, adalah juga cara berkomunikasi dengan siswa yang efektif. 

Sebaliknya, siswa yang mendengarkan guru secara aktif pada umumnya menunjukkan sikap badan menyimak, terkadang mengacungkan tangan untuk bertanya maupun memberikan tanggapan. 

Guru juga sebenarnya diharapkan untuk mendengarkan siswanya secara aktif.

Bahkan, salah satu strategi komunikasi dalam pembelajaran yang cukup penting adalah dengan menyimak apa yang diutarakan oleh siswa, mengembangkan gagasan yang mereka sampaikan, dan menyampaikan umpan balik untuk membimbing mereka.

Umpan Balik yang Tepat 

Umpan balik bisa bersifat positif dan negatif. Umpan balik positif dapat digunakan untuk membangun rasa percaya diri siswa, menumbuhkan kesadaran bahwa mereka berada di lingkungan yang suportif. 

Akan tetapi, perlu diingat, teknik komunikasi guru dan siswa ini jika diterapkan dengan berlebihan justru dapat menurunkan prestasi akademik peserta didik – sama seperti umpan balik negatif.

Lantas bagaimana cara guru berkomunikasi dengan baik dan efektif? Untuk umpan balik positif, berikan dengan spesifik ketika mereka memang pantas mendapatkannya – misalnya, “Tono, terima kasih ya, sudah membantu membersihkan papan tulis.” 

Sementara untuk umpan balik negatif, sebaiknya tidak sering diberikan atau berikan dengan penjelasan – misalnya, “Jangan bolos dengan lompat pagar sekolah. Itu berbahaya, kalau kamu terpeleset bisa sampai patah tulang.” 

Bisa juga dengan mengajukan pertanyaan seperti, “Menurutmu yang kamu lakukan itu benar?” kemudian simak jawaban yang disampaikan.

Cara berkomunikasi dengan siswa setiap guru memang berbeda-beda. Manapun cara atau teknik komunikasi guru dan siswa yang dipilih, selalu utamakan efektivitasnya terlebih dahulu agar pesan yang disampaikan sama dengan pesan yang diterima oleh masing-masing pihak.

Komunikasi antara guru dan siswa biasanya efektif ketika kita memilih bahasa yang sederhana, yang mudah dipahami oleh siswa. (naikpangkat)

24 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.