Catatan Ringan

Cara Membuat Makalah Best Practice untuk Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah

Salah satu karya ilmiah yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas serta pangkat guru adalah makalah best practice. Secara global, best practice merupakan pengalaman terbaik yang nantinya disusun menjadi sebuah laporan. Sayangnya, masih ada guru yang kurang memahami hal ini. Sejatinya, karya jenis ini hampir sama dengan penelitian pembelajaran lainnya. Bedanya, best practice berdasarkan pengalaman guru, mulai dari permasalahan hingga inovasi solusi untuk perbaikannya.

Well, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai makalah best practice:

Mengenal Makalah Best Practice

Pada dasarnya, makalah best practice merupakan jenis karya ilmiah yang disusun oleh guru. Pembuatan karya tersebut berdasarkan pengalaman selama menjalankan peran dan kewajiban sebagai tenaga kependidikan. Di samping itu, guru juga perlu menerapkan penguasaan pedagogik dan materi dalam penyusunan best practice.

Sejatinya, setiap guru mampu membuat karya tulis ini dengan catatan menjalankan tugas secara profesional. Artinya, selama menjabat sebagai tenaga pendidik, guru tidak sekadar memenuhi perangkat wajib, tetapi membuat catatan evaluasi diri. Misalnya, menulis jurnal terkait kegiatan pembelajaran dan pemecahan masalah atas kasus tertentu.

Lantas, apakah semua pengalaman pendidik masuk dalam kategori best practice? Sebenarnya, best practice memiliki kriteria tersendiri. Artinya, sebuah pengalaman pembelajaran dikatakan sebagai best practice apabila memenuhi ketentuan di bawah ini, yaitu:

  • Mampu memberikan inspirasi atau inovasi baru, seperti model pembelajaran (baik batu ataupun modifikasi) untuk mengatasi masalah yang umum terjadi di kelas atau lingkup pendidikan secara global.
  • Mampu menciptakan perubahan yang lebih baik terhadap sistem pendidikan atau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
  • Mampu menjawab setiap pertanyaan serta mengatasi permasalahan pendidikan secara berkelanjutan. Dalam artian, inovasi tersebut bersifat permanen.
  • Penerapan best practice tersebut bersifat ekonomis dan efisien.

Panduan Penyusunan Makalah Best Practice

Pada dasarnya, sistematika penulisan karya jenis ini sama dengan karya-karya tulis ilmiah yang lain. Berikut adalah panduan pembuatannya mulai dari identifikasi makalah hingga penyusunan.

Mengidentifikasi dan merumuskan masalah

Sebelum membuat makalah best practice, langkah pertama adalah menentukan topik. Penentuan topik ini berdasarkan pengamatan masalah. Dalam hal ini, guru harusnya cermat dalam mengenali masalah pembelajaran baik yang dialami sendiri secara langsung atau observasi sejawat.

Contoh identifikasi permasalahan dalam pembelajaran:

Siswa tampak bosan saat belajar Bahasa Inggris dalam skill reading

Dari masalah tersebut, guru bisa mengurai topik tentang metode atau media pembelajaran untuk mengajar reading.

Well, di bawah ini adalah beberapa referensi topik untuk penulisan makalah best practice:

Untuk guru

  • Inovasi pengembangan game edukasi
  • Inovasi pengembangan bahan ajar/modul
  • Inovasi pengembangan teknik, model, metode, dan strategi pembelajaran (pilih salah satu)
  • Inovasi pengembangan atau pembuatan media pembelajaran
  • Dan lainnya

Untuk kepala sekolah

  • Inovasi pengelolaan sekolah berbasis profil pelajar Pancasila
  • Inovasi pengelolaan kegiatan KWU (kewirausahaan) untuk mencapai dimensi dalam profil pelajar Pancasila
  • Inovasi pengelolaan/pengembangan kurikulum satuan pendidikan
  • Inovasi gerakan literasi dan numerasi dalam lingkup lembaga pendidikan

Untuk pengawas sekolah

  • Inovasi peningkatan kompetensi guru
  • Inovasi pembinaan baik untuk guru, kepala sekolah, atau tenaga kependidikan
  • Inovasi supervisi

Melakukan refleksi

Setelah mengidentifikasi masalah, guru tidak boleh serta merta menggunakannya sebagai topik best practice. Sebaiknya, guru menelaah terlebih dahulu segala sebab dan akibat kasus tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi yang nantinya akan memudahkan guru menemukan solusi tepat.

Contoh refleksi

  • Metode pembelajaran terlalu monoton (metode ceramah)
  • Pusat pembelajaran hanya pada guru
  • Kegiatan pembelajaran kurang melibatkan siswa

Solusi

Jika sudah memahami permasalahan serta penyebabnya, selanjutnya, guru bisa mencari solusi yang tepat. Insipirasi solusi tersebut harus original dan inovatif. Dalam hal ini, guru bisa mencari banyak sumber akurat, seperti buku, website, dan lainnya sebagai referensi. Jika memungkinkan, guru bisa mencari solusi kreatif dan terbaru. Bahkan, guru bisa memodifikasinya ide solusi tersebut sehingga menjadi kolaborasi pemecahan masalah yang menarik.

Contoh solusi

Implementasi Metode Reading Guide dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas X

Pelaksanaan

Contoh solusi di atas terlalu umum. Artinya, guru perlu menjabarkannya sehingga terbentuk rangkaian tindakan yang terstruktur dan sistematis. Tujuannya adalah agar guru dapat menerapkan rencana solusi tersebut dengan mudah sehingga permasalahan selesai dengan hasil sesuai harapan. Jika demikian, maka makalah best practice telah mencapai goal.

Contoh pelaksanaan

  • Penentuan topik yang berhubungan dengan bahan/materi ajar B. Inggris
  • Perancangan RPP atau modul project (dalam kurikulum Merdeka) metode reading guide
  • Desain proyek
  • Penyusunan jadwal kegiatan peserta didik dalam penyelesaian masalah

Penentuan Instrumen

Langkah selanjutnya adalah menentukan instrumen best practice. Yang dimaksud dengan isntrumen adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur keberhasilan implementasi best practice. Dalam pengukuran ini, guru harus menguasai semua indikator terkait permasalahan yang menjadi bahan observasi. Artinya, sebelum membuat alat penilaian, ada baiknya guru mengyrai terlebih dahulu indikator-indikator tersebut.

Ada 2 jenis instrumen yang umumnya dipakai oleh peneliti, yaitu:

  • Instrumen berupa angket
  • Instrumen berupa tes (pilihan ganda)

Penyusunan laporan/makalah best practice

Sebenarnya, susunan laporan atau makalah best practice sama saja dengan sistematika penulisa karya ilmiah yang lain. Yang membedakan hanya proses sebelum penyusunannya saja. Berikut adalah langkah menyusun makalah best practice:

Sebenarnya, susunan laporan atau makalah best practice sama saja dengan sistematika penulisa karya ilmiah yang lain. Yang membedakan hanya proses sebelum penyusunannya saja. Berikut adalah langkah menyusun makalah best practice:

  1. Bagian awal

Pada bagian ini, susunannya adalah

Halaman judul

Preface (kata pengantar)

Daftar isi

Daftar gambar (jika ada)

Daftar tabel (jika ada)

  1. Bagian isi

Untuk bagian isi, biasanya terdiri dari bab:

  1. Pendahuluan

Bab pendahuluan mencakup beberapa bagian, yaitu:

Latar belakang masalah, menjelaskan background atau latar belakang bagaimana masalah Itu muncul/terjadi.

Rumusan masalah, berisi daftar masalah apa saja yang ditemukan.

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

  1. Kajian pustaka

Bab ini berisi kumpulan teori dan konsep yang masih erat kaitannya dengan permasalahan atau tema best practice. Bab ini juga mencakup teknik yang digunakan dalam penyelesaian masalah. Biasanya, guru juga menyertakan laporan/penelitian terdahulu yang masih relevan dengan topiknya. Penelitian tersebut bisa berupa artikel ataupun jurnal.

Sebenarnya, susunan laporan atau makalah best practice sama saja dengan sistematika penulisa karya ilmiah yang lain. Yang membedakan hanya proses sebelum penyusunannya saja. Berikut adalah langkah menyusun makalah best practice:

  1. Bagian awal

Pada bagian ini, susunannya adalah

Halaman judul

Preface (kata pengantar)

Daftar isi

Daftar gambar (jika ada)

Daftar tabel (jika ada)

2. Bagian isi

Untuk bagian isi, biasanya terdiri dari bab:

  1. Pendahuluan

Bab pendahuluan mencakup beberapa bagian, yaitu:

Latar belakang masalah, menjelaskan background atau latar belakang bagaimana masalah Itu muncul/terjadi.

Rumusan masalah, berisi daftar masalah apa saja yang ditemukan.

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

  1. Kajian pustaka

Bab ini berisi kumpulan teori dan konsep yang masih erat kaitannya dengan permasalahan atau tema best practice. Bab ini juga mencakup teknik yang digunakan dalam penyelesaian masalah. Biasanya, guru juga menyertakan laporan/penelitian terdahulu yang masih relevan dengan topiknya. Penelitian tersebut bisa berupa artikel ataupun jurnal.

  1. Pembahasan masalah

Dalam bab ini, peneliti harus menyertakan data-data yang mendukung pemecahan masalah. Data tersebut harus berasal dari lembaga/satuan pendidikan yang ditempati. Tentunya, ide serta data tersebut harus asli, logis, dan akurat.

Selain itu, uraian langkah-langkah problem solving juga harus jelas. Apa saja hambatan yang ditemui selama menjalankan penelitian? Bagaimana cara penyelesaiannya? Bagaimana hasilnya?

Well, berikut adalah contoh rangkaian pembahasan:

  • Menjelaskan cara meningkatkan mutu pendidikan dengan mengaplikasikan pengalaman terbaik/best practice guru.
  • Menjelaskan evaluasi tentang strategi atau cara yang dipakai untuk menyelesaikan masalah
  • Menuliskan kesenjangan antara regulasi atau teori dengan hasil pembelajaran. Dengan demikian, guru akan memiliki motivasi serta ide untuk mengatasinya.
  • Mengevaluasi dampak (output & outcome)
  • Menuliskan kualitas hasil.pembelajaran

Untuk poin-poin isi bab ini adalah:

  1. Metode Penelitian
  • Tempat dan waktu penelitian
  • Prosedur penelitian
  • Instrumen
  1. Hasil dan Pembahasan
  • Hasil pembahasan
  • Permasalahan
  • Problem solving (cara menyelesaikan masalah)
  1. Bagian penutup

Bagian ini mencakup dua hal, yaitu kesimpulan dan saran.

  • Untuk kesimpulan, umumnya berisi ringkasan hasil pembahasan dan pemecahan masalahnya. Secara tidak langsung, kesimpulan menyampaikan bahwa pengalaman guru telah menghasilkan suatu problem solving yang baru.
  • Sementara, penulisan saran bertujuan untuk menyampaikan rekomendasi atas step-step tertentu kepada pembaca. Tentunya, itu semua masih berhubungan dengan masalah dalam penelitian.
4.      Bagian Penunjang

Bagaimana dengan bagian penunjang? Bagian ini berisi daftar pustaka serta lampiran-lampiran. Daftar pustaka merupakan daftar sumber bacaan yang dijadikan referensi dalam menulis laporan best practice. Sementara, lampiran ini mencakup beberapa data pendukung penelitian. Misalnya:

  • Foto kegiatan
  • Daftar hadir
  • Lembar instrumen (contoh yang sudah ada isinya)
  • Media/alat penelitian
  • Hasil best practice. Maksudnya adalah bukti yang menunjukkan adanya perbaaikan
  • Dan masih banyak lagi (conditional)

Itulah format dan cara penyusunan makalah best practice. Anda bisa mencoba dan menyusunnya sebaik mungkin untuk penilaian angka kredit. Semoga bermanfaat.

2.428 Komentar