Menentukan Arah Karakter dan Kompetensi: Arah Pendidikan Indonesia di Mata Dunia
Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan kompas yang menentukan ke mana sebuah bangsa akan melangkah. Di Indonesia, arah pendidikan terus bertransformasi untuk mencari jati diri di tengah persaingan global, sementara negara-negara maju telah lebih dulu menetapkan jangkar yang kuat pada sistem mereka. Hingga memiliki arah dan tujuan yag jelas sejak pendidikan dasar
1. Fondasi Pendidikan Indonesia: Keseimbangan Karakter dan Kognitif
Tujuan utama pendidikan di Indonesia, sebagaimana termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003, adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis.
Saat ini, arah pendidikan kita berfokus pada Kurikulum Merdeka yang menekankan pada Profil Pelajar Pancasila. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengejar angka di atas kertas, tetapi juga ingin membentuk manusia yang memiliki ketahanan moral dan identitas kultural yang kuat di tengah arus modernisasi.
2. Perbandingan dengan Negara Maju
Setiap negara maju memiliki “ruh” pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi dan sosial mereka:
| Negara | Fokus Utama (Arah & Tujuan) | Karakteristik Sistem |
| Finlandia | Kesejahteraan (Well-being) & Kesetaraan | Menghapus kompetisi antar-siswa; fokus pada bermain di usia dini dan kemandirian belajar. |
| Jepang | Kedisiplinan & Etika Kerja (Moral Education) | Pendidikan karakter (Dotto) sangat dominan untuk membentuk harmoni sosial dan ketangguhan mental. |
| Jerman | Link and Match dengan Industri | Sistem Dual Education yang sangat kuat antara sekolah vokasi dan kebutuhan industri nyata. |
| Singapura | Keunggulan Akademik & Inovasi | Fokus pada literasi sains dan matematika tingkat tinggi untuk menjaga daya saing ekonomi global. |
3. Titik Temu: Literasi Digital dan Keterampilan Abad 21
Meskipun memiliki filosofi yang berbeda, terdapat satu titik temu antara Indonesia dan negara maju: Keterampilan Abad 21. Semua negara kini mengarahkan pendidikannya pada 4C: Critical Thinking (Berpikir Kritis), Creativity (Kreativitas), Collaboration (Kolaborasi), dan Communication (Komunikasi).

Shutterstock
Indonesia mencoba mengejar ketertinggalan dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas, serupa dengan yang dilakukan di Amerika Serikat atau Korea Selatan. Namun, tantangan geografis dan kesenjangan infrastruktur masih menjadi penghalang utama yang jarang ditemui di negara maju.
4. Tantangan dalam Menentukan Arah
Perbedaan mendasar terletak pada konsistensi. Negara-negara seperti Finlandia atau Jepang cenderung memiliki sistem yang stabil selama berdekade-dekade. Di Indonesia, perubahan arah sering terjadi setiap pergantian kepemimpinan (“Ganti Menteri, Ganti Kurikulum”). Hal ini terkadang membuat pelaksana di lapangan (guru dan siswa) mengalami disorientasi tujuan.
Tujuan pendidikan Indonesia sudah sangat ideal secara filosofis, yakni memadukan kecerdasan intelektual dengan nilai spiritual. Namun, secara praktis, kita masih berjuang menyelaraskan kualitas lulusan dengan standar global. Dengan berkaca pada Jerman dalam hal vokasi atau Finlandia dalam hal kesejahteraan siswa, Indonesia dapat memperkaya arah pendidikannya tanpa harus kehilangan identitas aslinya.
Oleh : Mahar Alamsyah Santosa, M. Pd. (Kepala MI AL AMIN Sinongko Gedong Karanganyar)


