-
Dari Warung Kopi ke Panggung Kebijakan: Melacak Jejak “Keterlibatan” yang Hilang
Bayangkan lagi kita di warung kopi yang sama, mungkin kopi kedua sudah datang, dan obrolan tentang pernyataan pejabat Kemenag itu mulai meluas. Rasanya seperti membuka satu lapisan bawang, ternyata ada lapisan lagi di bawahnya. Pernyataan itu bukan cuma soal guru dan yayasan; itu adalah pintu masuk untuk melihat bagaimana sebuah sistem besar, bernama “pendidikan agama”, kadang berjalan dengan dua logika yang bertolak belakang. Logika Pertama: Logika Administratif yang Dingin. Di sini, segala sesuatu dikotak-kotakkan. “Kami hanya mengurus yang di bawah payung hukum kami secara langsung.” Guru negeri? Itu urusan kami. Guru swasta yang diangkat yayasan? Itu “urusan internal yayasan”. Dalam logika ini, keterlibatan diukur dari selembar kertas pengangkatan dan daftar…
-
Labirin Pendidikan: Antara Visi Luhur dan Dilema Transisi Kebijakan
Pendidikan seringkali diibaratkan sebagai sebuah kapal besar yang memuat harapan jutaan anak bangsa, mengarungi samudra peradaban yang penuh tantangan demi mencapai dermaga kesejahteraan dan kecerdasan. Dalam pelayaran yang panjang dan melelahkan ini, kapal tersebut secara ideal membutuhkan sebuah kompas statis berupa visi pendidikan yang kokoh, konsisten, dan tidak tergoyahkan oleh angin politik sesaat agar tetap berada pada jalur yang benar. Namun, realita yang terjadi di Indonesia justru menunjukkan gambaran yang kontras; “kompas” strategis tersebut kerap kali dipaksa berganti arah dan orientasi setiap kali nakhoda di kementerian berganti. Fenomena “ganti menteri, ganti kebijakan” ini menciptakan disorientasi di atas geladak, di mana para pendidik dan peserta didik dipaksa untuk terus-menerus beradaptasi dengan…
-
Menentukan Arah Karakter dan Kompetensi: Arah Pendidikan Indonesia di Mata Dunia
Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan kompas yang menentukan ke mana sebuah bangsa akan melangkah. Di Indonesia, arah pendidikan terus bertransformasi untuk mencari jati diri di tengah persaingan global, sementara negara-negara maju telah lebih dulu menetapkan jangkar yang kuat pada sistem mereka. Hingga memiliki arah dan tujuan yag jelas sejak pendidikan dasar 1. Fondasi Pendidikan Indonesia: Keseimbangan Karakter dan Kognitif Tujuan utama pendidikan di Indonesia, sebagaimana termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003, adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis. Saat ini, arah pendidikan kita berfokus pada Kurikulum Merdeka yang menekankan pada Profil…
-
Erosi Adab: Ketika Tangan Siswa Melayang ke Guru
Kasus pemukulan yang dilakukan oleh siswa terhadap guru bukan lagi sekadar anomali, melainkan sebuah cerminan buram dari erosi adab dan etika di lingkungan pendidikan kita. Fenomena ini, semakin sering menghiasi berita utama, tidak hanya menyisakan luka fisik bagi korban, tetapi juga menggores luka mendalam pada martabat profesi guru dan masa depan generasi penerus. Akar masalah ini multidimensional, melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. Pertama, Pergeseran nilai dan norma sosial memainkan peran krusial. Di era digital yang serba cepat, batas antara rasa hormat dan kebebasan berekspresi menjadi kabur. Siswa, yang terpapar berbagai informasi tanpa filter, terkadang kesulitan membedakan antara kritik yang membangun dan perilaku yang melampaui batas kesopanan. Budaya permisif yang…
-
Memanusiakan Pendidikan: Mengapa “Tidak Naik Kelas” Bukan Sebuah Kegagalan
Di balik deretan angka di atas kertas rapor, tersimpan sebuah realita yang sering kali kita tutupi dengan rapi. Saat ini, dunia pendidikan kita sedang terjebak dalam obsesi “kesuksesan administratif”. Kita sering menjumpai siswa SMP atau SMA yang secara administratif sudah berada di kelas atas, namun secara substansi masih tertatih-tatih mengeja kalimat atau bingung melakukan pembagian dasar. Demi nama baik sekolah dan gengsi guru, nilai-nilai “disulap” agar melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Namun, pertanyaannya: apakah kita sedang menyelamatkan masa depan mereka, atau justru sedang menghancurkannya pelan-pelan? Menjual Masa Depan Demi Citra Institusi Praktik memaksakan kenaikan kelas bagi siswa yang belum siap adalah sebuah kebohongan yang sistemis. Ketika sekolah merasa malu jika…
-
Merubah Arah Pendidikan Lebih Beradab : Ajarkan Adab Terlebih Dahulu baru Ajarkan Ilmu
Dalam dunia pendidikan semakin modern, kita sering kali terjebak dalam perlombaan mengejar angka-angka atau nilai-nilai di atas kertas: nilai ujian, peringkat sekolah, dan prestasi akademik, yang sering dianggap sebagai tolok ukur utama keberhasilan. Namun, di tengah hiruk-pikuk ini, ada satu aspek yang sering terlupakan, yaitu tentang pendidikan adab. Ya…Pendidikan adab, pendidikan yang mencakup tentang nilai-nilai moral, etika, penghormatan terhadap sesama, dan kemampuan untuk memahami serta menghargai perbedaan, seharusnya menjadi fondasi utama sebelum pendidikan umum diajarkan di sekolah. Pendidikan adab tidak hanya membentuk karakter anak, akan tetapi juga menciptakan individu yang mampu berkontribusi secara positif dalam keluarga atau masyarakat. Sayangnya, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pendidikan adab semakin terpinggirkan, tergeser oleh…
-
Kejujuran Guru dalam Pemberian Nilai Akhir: Kunci Prestise Sekolah dan Mutu Lulusan yang Sesungguhnya
Dalam dunia pendidikan, integritas adalah pondasi utama yang menjamin terwujudnya proses belajar yang sehat dan hasil pendidikan yang berkualitas. Salah satu wujud nyata dari integritas tersebut adalah kejujuran guru dalam memberikan penilaian terhadap capaian belajar siswa. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa praktik manipulasi nilai atau yang kerap disebut sebagai “katrol nilai” menjadi fenomena yang jamak dan secara tidak langsung dibenarkan. Budaya ini seolah menjadi rahasia umum yang sulit dihilangkan, bahkan menjadi bagian dari strategi sekolah untuk mempertahankan prestise institusi di mata masyarakat. Ironisnya, prestise tersebut tidak jarang justru dibangun di atas fondasi rapuh yang tak mencerminkan kualitas siswa yang sebenarnya. Fenomena Katrol Nilai dan Akar Permasalahannya Praktik penggelembungan nilai…
-
Pentingnya Pemetaan Lokasi Sekolah bagi Pemerataan dan Pengembangan Pendidikan
Dalam dunia pendidikan, peran para pemangku kepentingan (stakeholder) sangat vital dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan yang berkelanjutan. Salah satu aspek yang sering kali terabaikan namun sangat krusial adalah pentingnya memiliki peta atau pemetaan (mapping) lokasi seluruh sekolah yang ada di wilayahnya. Pemetaan ini bukan sekadar alat administratif, melainkan fondasi dasar dalam merancang sistem pendidikan yang merata, adil, dan berkelanjutan. Peta lokasi sekolah memberikan gambaran menyeluruh mengenai sebaran lembaga pendidikan di suatu daerah. Dengan data ini, para pengambil kebijakan dapat mengetahui wilayah mana yang kekurangan sekolah, mana yang sudah padat, serta wilayah yang sama sekali belum tersentuh layanan pendidikan. Tanpa pemetaan yang akurat, kebijakan yang diambil seringkali bersifat reaktif dan…
-
Urgensi Penerapan Kurikulum Adab di Madrasah dan Sekolah: Refleksi atas Kegagalan Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Pasca COVID-19
Pendidikan adalah fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda. Dalam konteks Indonesia, pendidikan seharusnya tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada pembinaan akhlak dan adab yang luhur. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, terutama pasca pandemi COVID-19, tampak jelas bahwa sistem pendidikan nasional, termasuk implementasi Kurikulum Merdeka, belum berhasil sepenuhnya dalam membentuk karakter peserta didik. Di tengah euforia kebebasan belajar dan pengembangan minat individu, kita justru menghadapi krisis akhlak yang semakin mengkhawatirkan. Di sinilah pentingnya gagasan penerapan “kurikulum adab” sebagai bagian utama dari sistem pendidikan nasional. Kurikulum ini tidak hanya diperlukan di madrasah yang berbasis Islam, tetapi juga di seluruh sekolah formal, sebagai…
-
Pentingnya Mengutamakan Pendidikan Agama dalam Membentuk Moral Akhlakul Karimah di Era Modern
Pendidikan agama, terutama yang menekankan pada moral dan akhlakul karimah, memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa. Dalam konteks ini, kita bisa merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al-Bukhari). Sabda ini jelas menunjukkan bahwa tujuan utama dakwah beliau adalah untuk memperbaiki moral dan akhlak umat manusia. Tanggung jawab ini bukan hanya menjadi beban individu, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar bagi lembaga pendidikan, terutama madrasah, dalam mendidik generasi penerus bangsa. Madrasah, sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pelajaran agama dalam kurikulumnya, memiliki tugas mulia untuk mendidik siswa agar memiliki moral dan akhlak yang baik. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat,…






















