• Catatan Ringan

    Dilema Piring dan Buku: Menimbang Program Makan Bergizi Gratis dalam Dompet Pendidikan

    Ketika Negara Datang dengan Kotak Makan Bayangkan sejenak,  sebuah ruang kelas di pelosok Nusa Tenggara Timur. Pagi itu, seperti biasa, anak-anak datang dengan perut kosong, kecuali segelas air putih dari rumah. Konsentrasi mereka buyar sebelum bel pertama berbunyi, kemudian tiba-tiba negara hadir, bukan membawa buku paket baru atau memperbaiki atap bocor, akan tetapi membawa “kotak makan”. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan, dan untuk pertama kalinya, anak-anak itu dapat belahar dan mengikuti pelajaran dengan perut kenyang. Di sudut lain masih di bumi Indonesia, seorang guru honorer di daerah  Lombok Barat menghela napas panjang. Ia menerima insentif Rp400.000 per bulan, angka yang sama sekali tidak pernah berubah selama dua dekade…

    Komentar Dinonaktifkan pada Dilema Piring dan Buku: Menimbang Program Makan Bergizi Gratis dalam Dompet Pendidikan