-
Gaji Buncit, Beban Buncit: Ngobrolin Keadilan Proyek Pendidikan
Oleh : Mahar Alamsyah Santosa, M, Pd. (Kepala MI AL AMIN Sinongko Gedong Karanganyar) Malam malam begini enaknya ngopi sambil ngobrolin hal-hal yang serius tapi dikemas santuy. Kita bahas soal proyek pendidikan aja yuk. Soalnya, belakangan ini panas tuh isu soal guru yang gajinya pas-pasan, tapi tiba-tiba ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang gaji pegawai pengelolanya bikin mata merem melek. Nah, kita bedah yuk, timpangnya keadilan dalam pembagian gaji dan beban kerja antara guru dan para pegawai MBG. Jangan lupa bawa kopi, karena ini mungkin bakal seru. Guru: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Eh Gaji Ngenes Pertama, coba liat para guru. Setiap hari mereka itu kayak superhero tanpa jubah. Mulai…
-
Politik Perut di Ruang Kelas: Antara Komitmen Konstitusi dan Realisasi Janji Kampanye
Penulis : Mahar Alamsyah Santosa, M. Pd. (Kepala MI AL AMIN Sinongko Gedong Karanganyar) Ketika Janji Kampanye Bertemu Ruang Kelas Sejenak membayangkan suatu pagi di sebuah sekolah dasar. Anak-anak berbaris dengan rapi, bukan untuk upacara, namun untuk menerima sebuah kotak berisi makanan bergizi. Ada senyum yang merekah bahagia di wajah mereka. Di sisi lainnya, para guru sibuk mendata, mengawasi distribusi, memastikan tidak ada yang tertinggal, sementara di Jakarta, para pejabat sibuk menghitung angka: Rp335 triliun anggaran, 82,9 juta penerima manfaat, serta ribuan dapur umum . Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu janji kampanye paling gemerlap dalam Pilpres 2024. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengusungnya sebagai program unggulan,…
-
Dilema Piring dan Buku: Menimbang Program Makan Bergizi Gratis dalam Dompet Pendidikan
Ketika Negara Datang dengan Kotak Makan Bayangkan sejenak, sebuah ruang kelas di pelosok Nusa Tenggara Timur. Pagi itu, seperti biasa, anak-anak datang dengan perut kosong, kecuali segelas air putih dari rumah. Konsentrasi mereka buyar sebelum bel pertama berbunyi, kemudian tiba-tiba negara hadir, bukan membawa buku paket baru atau memperbaiki atap bocor, akan tetapi membawa “kotak makan”. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan, dan untuk pertama kalinya, anak-anak itu dapat belahar dan mengikuti pelajaran dengan perut kenyang. Di sudut lain masih di bumi Indonesia, seorang guru honorer di daerah Lombok Barat menghela napas panjang. Ia menerima insentif Rp400.000 per bulan, angka yang sama sekali tidak pernah berubah selama dua dekade…






